اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّاَفِي لَاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفآؤكَ شِفآءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً

Artinya: “Ya Allah Tuhan segala manusia, jauhkanlah kesukaran/penyakit itu dan sembuhkanlah ia, Engkaulah yang menyembuhkan, tak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak meninggalkan sakit lagi.”

PENYEMBUHAN PENYAKIT DENGAN MENGAMALKAN DOA NABI YUNUS

Untuk Penyembuhan Penyakit Caranya sebagai berikut :
1. Ambil satu gelas air putih.
2. Makrifatkan / niatkan : “ Ya Allah keluarkanlah seluruh penyakit dari tubuhku seperti Engkau mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan.
3. Kemudian baca Doa Nabi Yunus Doa Nabi Yunus saat terperangkap di dalam perut Ikan Nun… 1x
“LAA ILA HA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZ ZHALIMIIN” lalu minum airnya.

Al-Anbiya’ : Ayat 87

[87] Dan (sebutkanlah peristiwa) Zunnun, ketika dia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan dia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan; (setelah berlaku kepadanya apa yang berlaku) maka dia pun menyeru dalam keadaan yang gelap-gelita dengan berkata: Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri.

Fadhilat:
Doa/tasbih Nabi Yunus AS semasa terperangkap di dalam perut Ikan Nun.

Sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa mempunyai apa-apa hajat, hendaklah ia berwudhuk, kemudian sujud kepada Allah, sambil membaca tasbih Nabi Yunus sebanyak 40 kali dengan cara jari telunjuknya menghadap ke arah kiblat ketika ia sujud. Sesungguhnya sesiapa yang berbuat demikian akan diperkenankan doa dan permintaannya.”

Sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya aku ketahui satu kalimah yang apabila dibaca oleh mereka-mereka yang ditimpa bala atau kesusahan, Allah akan lepaskan si pembacanya dari kesusahan. Kalimah tersebut ialah tasbih saudaraku Nabi Yunus AS “La ilaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazzholimiin.”

Di antara amalan yang mujarab untuk melepaskan bala atau untuk menunaikan apa-apa hajat; solat hajat 2 rakaat, kemudian selawat ke atas Nabi sebanyak 100 kali, istighfar 100 kali, kemudian bacalah tasbih ini sebanyak 70,000 kali atau 10,000 kali atau 313 kali. Diamalkan setiap hari selama 7 hari. Insya-Allah segala hajatnya akan ditunaikan oleh Allah.
Wallahu a’lam.
[Sumber: Khasiat dan Fadhilat Ayat-Ayat Al-Quran oleh Abu Al-Baqir Al-Burhami]

PERAN PERAWAT DALAM MENDOAKAN ORANG SAKIT

Setelah pada postingan-postingan sebelumnya, telah disebutkan tentang Keutamaan Doa, Mendoakan Orang yang sakitdab bagaimana doa dapat mempercepat kesembuhan pasien, sekarang saatnya saya mengulas sedikit tentang peranan perawat sendiri dalam mendoakan orang yang sakit.

sebagai seorang perawat, kita harus bisa memberikan perawatan secara profesional. Perawat berbeda dengan dokter. bila dokter mengobati pasien dengan diagnosis mediknya, perawat mempunyai hal yang unik untuk itu. kita lebih kepada arah respon pasien terhadap penyakit yang dideritanya.mulai dari bio, psiko, sosial hingga spiritual. disinilah letak keunikan seorang perawat.

karena lingkungan garap kita menyangkut bio, psiko, sosio dan spiritual, maka perawat harus mampu menjadi model untuk pasien.

Bila kita berbicara tentang masalah spiritual, maka ini berkaitan dengan apa yang akan saya ulas dalam blog ini. yaitu mengenai Mendoakan Pasien.

seperti yang telah saya katakan sebelumnya bahwa postingan-postingan sebelumnya memperlihatkan bagaimana kekuatan doa yang luar biasa.

Maka, menurut saya, perawat sangat memiliki peran untuk bisa mendoakan pasiennya. tentu saja dengan hati yang ikhlas. sebagai seorang perawat yang profesional, kita harus bisa berempati kepada klien/pasien. dari rasa empati ini, lebih jauh kita harus bisa dengan ikhlas berusaha untuk pemulihan kesehatan yang terbaik bagi pasien termasuk mendoakannya agar cepat sembuh dan diberikan yang terbaik. karena doa yang benar-benar ikhlas itu akan sangat berpengaruh.

untuk lebih jelas tentang bagaimana cara mendoakan dan resep-resep berdoa, akan diposting selanjutnya.

شكرا

MENDOAKAN SI SAKIT

Saling mendoakan terutama bagi orang yang sakit adalah hal yang sangat baik.

saya mencoba berbagi dengan teman-teman semua. berikut ini saya kutip dari salah satu artikel tentang “Mendoakan Si Sakit”.

HAK DAN KEWAJIBAN KELUARGA SI SAKIT DAN TEMAN-TEMANNYA (10/25)

Dr. Yusuf Qardhawi

MENDOAKAN SI SAKIT

Cara  seorang  muslim  menjenguk saudaranya yang sakit berbeda

dengan cara yang dilakukan orang lain (selain  Islam),  karena

disertai  dengan  jampi dan doa. Maka diantara sunnahnya ialah

si penjenguk mendoakan si sakit  dan  menjampinya  (membacakan

bacaan-bacaan  tertentu)  yang  ada riwayatnya dari Rasulullah

saw..

Imam Bukhari menulis “Bab Du’a al-‘Aa’id lil-Maridh” (Bab  Doa

Pengunjung  untuk  Orang Sakit), dan menyebutkan hadits Aisyah

r.a. bahwa Rasulullah saw. apabila menjenguk orang sakit  atau

si sakit yang dibawa kepada beliau, beliau mengucapkan:

“Hilangkanlah penyakit ini, wahai Tuhan bagi manusia,

sembuhkanlah, Engkau adalah Maha Penyembuh. Tidak ada

kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak

meninggalkan penyakit.”27

Dan Nabi saw. pernah menjenguk Sa’ad bin Abi  Waqash  kemudian

mendoakannya:

“Ya Allah sembuhkanlah Sa’ad, dan sempurnakanlah

hijrahnya.”28

Ada  suatu  keanehan  sebagaimana  dikemukakan  dalam  al-Fath

(Fathul-Bari),  yaitu  adanya  sebagian  orang yang menganggap

musykil mendoakan kesembuhan si sakit. Mereka beralasan  bahwa

sakit   dapat   menghapuskan  dosa  dan  mendatangkan  pahala,

sebagaimana disebutkan dalam beberapa  hadits.  Maka  terhadap

kemusykilan   ini  al-Hafizh  Ibnu  Hajar  memberikan  jawaban

demikian, “Sesungguhnya doa itu adalah  ibadah,  dan  tidaklah

saling  meniadakan  antara  pahala dan kafarat, sebab keduanya

diperoleh  pada  permulaan  sakit  dan  dengan   sikap   sabar

terhadapnya.  Adapun  orangyang  mendoakan  akan  mendapat dua

macam kebaikan,  yaitu  mungkin  berhasil  apa  yang  dimaksud

–atau  diganti  dengan  mendapatkan  kemanfaatan  lain– atau

ditolaknya suatu bahaya, dan semua itu merupakan karunia Allah

Ta’ala.”29

Memang,  seorang  muslim harus bersabar ketika menderita sakit

atau ditimpa musibah, tetapi hendaklah ia meminta  keselamatan

kepada Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:

“Janganlah kamu mengharapkan bertemu musuh, dan mintalah

keselamatan kepada Allah. Tetapi apabila kamu bertemu

musuh, maka bersabarlah, dan ketahuilah bahwasanya surga

itu di bawah bayang-bayang pedang.”30

Di dalam hadits lain beliau bersabda:

“Mintalah ampunan dan keselamatan kepada Allah, sebab

tidaklah seseorang diberi sesuatu setelah keyakinan,

yang lebih baik daripada keselamatan.”31

Juga dalam hadits Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw. bersabda:

“Perbanyaklah berdoa memohon keselamatan.”32

Salah satu doa beliau saw. adalah:

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu penjagaan dari yang

terlarang dan keselamatan dalam urusan dunia dan agamaku,

keluarga dan hartaku.”33

Di antara doa yang ma’tsur  lainnya  ialah  yang  diriwayatkan

oleh Abdullah bin Amr, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:

“Apabila seseorang menjenguk orang sakit, maka hendaklah

ia mendoakannya dengan mengucapkan, “Ya Allah,

sembuhkanlah hamba-Mu, agar dia dapat membunuh musuh-Mu,

atau berjalan kepada-Mu untuk melakukan shalat.”34

Artinya, dalam kesembuhan orang mukmin itu  terdapat  kebaikan

untuk  dirinya  dengan  dapatnya  ia melaksanakan shalat, atau

kebaikan untuk umatnya karena mampu menunaikan jihad.

Sedangkan  yang  dimaksud  dengan  “musuh”  di  sini   mungkin

orang-orang  kafir  yang  memerangi umat Islam, atau iblis dan

tentaranya. Maka  dengan  kesehatannya  seorang  muslim  dapat

menumpas   mereka   dengan   serangan-serangannya,  dan  dapat

mematahkan  argumentasi  mereka  dengan  hujjah   yang   dapat

dipercaya.35

Selain  itu, ada lagi hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda:

“Barangsiapa yang menjenguk orang sakit yang belum tiba

ajalnya, lalu ia mengucapkan doa ini disampingnya

sebanyak tujuh kali: (Aku mohon kepada Allah Yang Maha

Agung Tuhan bagõ ‘arsy yang agung, semoga la berkenan

menyembuhkanmu), nisca

Teks hadis: Asalullaha l-adhim rabba l-arsyi l-adhim an yasyfika illa afahullahu min dzalika l-maradhi.

Terjemahan: Saya memohon kepada Allah yang maha agung, Dzat yang mengatur alam arasy yang agung agar Dia (Allah) memberikan kesembuhan terhadap penyakit anda, kecuali Allah akan memberikan penyembuhan terhadap penyakit tersebut.

Status Hadis: Hadis shahih.

Penjelasanan hadis: Hadits di atas dikeluarkan Abu Daud, Hakim dan Dhiya’ dari Ibn Abbas. Kelengkapan hadits tersebut berbunyi: man ‘ada maridhan lam yahdhur ajaluhu faqala ‘indahu sab’a marrat: Asalullaha l-adhim rabba l-arsyi l-adhim an yasyfika illa afahullahu min dzalika l-maradhi. Barangsiapa yang membezuk temannya yang sakit sebelum tibanya ajal lalu ia membaca “Saya memohon kepada Allah yang maha agung, Dzat yang mengatur alam arasy yang agung agar Dia (Allah) memberikan kesembuhan terhadap penyakit anda, kecuali Allah akan memberikan penyembuhan terhadap penyakit tersebut” sebanyak tujuh kali maka Allah akan memberikan kesembuhan terhadap penyakit itu.

Hadits di atas memberi petunjuk apabila kita membezuk teman yang sedang sakit untuk meruqyah dan mendo’akan kepada orang yang sedang sakit agar yang bersangkutan segera diberi kesembuhan oleh Allah swt. Meruqyah seperti ini juga dipertegas dengan hadits lain “Atani Jibril faqala ya Muhammad isytakaita? Qultu na’am. Faqala: Bismillah urqika min kulli syai’in yukdzika min syarri kulli nafsin wa ‘ainin hasidin bismillah urqika wallahu yasyfika. Sabda Nabi saw.: Saya didatangi Jibril seraya berkata: Wahai Muhammad apakah anda sedang sakit? Saya menjawab: Ya. Maka Jibril meruqyah saya: Dengan nama Allah saya meruqyah anda dari setiap hal yang menjadikan anda sakit, dari kekejian jiwa yang penuh hasud, dengan nama Allah saya meruqyah anda, semoga Allah memberi kesembuhan buat anda. Hadits ini dinarasikan oleh Abu Sa’id al-Khudri yang dikeluarkan oleh Ibn Abi Syaibah, Ahmad, Muslim, Turmudzi, Ibn Majah. Dan dinarasikan Ubadah ibn al-Shamit yang dikeluarkan Ahmad, Ibn Majah, Abad ibn Hamid, Ibn Hibban dan Hakim. Contoh do’a lain yang pernah diajarkan oleh Rasulullah saw. adalah: Allahumma rabba n-nasi mudzhiba l-ba’tsi isyfi, anta s-syafi, la syafiya illa anta, syifa’an la yughadiru saqama. Ya Allah, Tuhan yang mengatur manusia, yang menyembuhkan segala penyakit, sembuhkanlah (si fulan). Engkau Dzat yang menyembuhkan penyakit, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari padaMu, kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas. Hr. Bukhari: 5742 dari Anas ibn Malik.

Referensi: Lebih lanjut silakan merujuk referensi berikut ini: Abu Daud: 3106, Hakim: 1268, Dhiya’: 394, Ibn Abi Syaibah: 23576, Ahmad: 11574, Muslim: 2186, Turmudzi: 972, Ibn Majah: 3523. Ahmad: 22811, Abad ibn Hamid: 187, Ibn Hibban: 2968.

BAGAIMANA DOA DAPAT MEMPERCEPAT KESEMBUHAN PASIEN?

HARUN YAHYA

 

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al Mu’min, 40:60)

Menurut Al Qur’an, doa, yang berarti “seruan, menyampaikan ungkapan, permintaan, permohonan pertolongan,” adalah berpalingnya seseorang dengan tulus ikhlas kepada Allah, dan memohon pertolongan dari-Nya, Yang Mahakuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, dengan kesadaran bahwa dirinya adalah wujud yang memiliki kebergantungan. Penyakit adalah salah satu dari contoh tersebut yang dengannya manusia paling merasakan kebergantungan ini dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Tambahan lagi, penyakit adalah sebuah ujian, yang direncanakan menurut Hikmah Allah, yang terjadi dengan Kehendak-Nya, dan sebagai peringatan bagi manusia akan kefanaan dan ketidaksempurnaan kehidupan ini, dan juga sebagai sumber pahala di Akhirat atas kesabaran dan ketaatan karenanya.

Sebaliknya mereka yang tidak memiliki iman, meyakini bahwa jalan kesembuhan adalah melalui dokter, obat atau kemampuan teknologi mutakhir dari ilmu pengetahuan modern. Mereka tidak pernah berhenti untuk merenung bahwa Allah-lah yang menyebabkan keseluruhan perangkat tubuh mereka untuk bekerja di saat mereka sedang sehat, atau Dialah yang menciptakan obat yang membantu penyembuhan dan para dokter ketika mereka sakit. Banyak orang hanya kembali menghadap kepada Allah di saat mereka sadar bahwa para dokter dan obat-obatan tidak memiliki kesanggupan. Orang-orang yang berada pada keadaan tersebut memohon pertolongan hanya kepada Allah, setelah menyadari bahwa hanya Dialah yang dapat membebaskan mereka dari kesulitan. Allah telah menyatakan pola pikir ini dalam sebuah ayat:

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (QS, Yunus, 10:12)

Padahal sesungguhnya, sekalipun dalam keadaan sehat, atau tanpa cobaan atau kesulitan lain, seseorang wajib berdoa dan bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan, kesehatan dan seluruh karunia yang telah Dia berikan.

Inilah satu sisi paling penting dari doa: Di samping berdoa dengan lisan menggunakan suara, penting pula bagi seseorang melakukan segala upaya untuk berdoa melalui perilakunya. Berdoa dengan perilaku bermakna melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk mencapai harapan tertentu. Misalnya, di samping berdoa, seseorang yang sakit sepatutnya juga pergi ke dokter ahli, menggunakan obat-obatan yang berkhasiat, dan menjalani perawatan rumah sakit jika perlu, atau perawatan khusus dalam bentuk lain. Sebab, Allah mengaitkan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada sebab-sebab tertentu. Segala sesuatu di dunia dan di alam semesta terjadi mengikuti sebab-sebab ini. Oleh karena itu, seseorang haruslah melakukan segala hal yang diperlukan dalam kerangka sebab-sebab ini, sembari berharap hasilnya dari Allah, dengan kerendahan diri, berserah diri dan bersabar, dengan menyadari bahwa Dialah yang menentukan hasilnya.

Pengaruh menguntungkan dari keimanan dan doa bagi orang sakit, dan bagaimana hal ini dapat mempercepat penyembuhan adalah sesuatu yang telah menarik perhatian dari dan dianjurkan oleh para dokter. Dengan judul “God and Health: Is Religion Good Medicine? Why Science Is Starting to Believe” [Tuhan dan Kesehatan: Apakah Agama Adalah Obat Yang Baik? Mengapa Ilmu Pengetahuan Mulai Percaya], majalah terkenal Newsweek terbitan tanggal 10 November 2003 mengangkat pengaruh agama dalam penyembuhan penyakit sebagai bahasan utamanya. Majalah tersebut melaporkan bahwa keimanan kepada Tuhan meningkatkan harapan pasien dan membantu pemulihan mereka dengan mudah, dan bahwa ilmu pengetahuan mulai meyakini bahwa pasien dengan keimanan agama akan pulih lebih cepat dan lebih mudah. Menurut pendataan oleh Newsweek, 72% masyarakat Amerika mengatakan mereka percaya bahwa berdoa dapat menyembuhkan seseorang dan berdoa membantu kesembuhan. Penelitian di Inggris dan Amerika Serikat juga telah menyimpulkan bahwa doa dapat mengurangi gejala-gejala penyakit pada pasien dan mempercepat proses penyembuhannya.

Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan, depresi dan stres teramati pada orang-orang yang taat beragama dengan tingkat rendah. Dan, menurut penemuan di Universitas Rush di Chicago, tingkat kematian dini di kalangan orang-orang yang beribadah dan berdoa secara teratur adalah sekitar 25% lebih rendah dibandingkan pada mereka yang tidak memiliki keyakinan agama. Penelitian lain yang dilakukan terhadap 750 orang, yang menjalani pemeriksaan angiocardiography [jantung dan pembuluh darah], membuktikan secara ilmiah “kekuatan penyembuhan dari doa.” Telah diakui bahwa tingkat kematian di kalangan pasien penyakit jantung yang berdoa menurun 30% dalam satu tahun pasca operasi yang mereka jalani.

Sejumlah contoh doa yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah:

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QS. Al Anbiyaa’, 21:83-84)

Dan (ingatlah  kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.  Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al Anbiyaa’, 21:87-88)

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. (QS. Al Anbiyaa’, 21:89-90)

Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami). (QS. Ash Shaaffaat, 37:75)

Sebagaimana telah disebutkan, doa tidak semestinya hanya dilakukan untuk menghilangkan penyakit, atau kesulitan-kesulitan duniawi lainnya. Orang beriman yang sejati haruslah senantiasa berdoa kepada Allah dan menerima apa pun yang datang dari-Nya. Kenyataan bahwa sejumlah manfaat doa yang diwahyukan di dalam banyak ayat Al Qur’an kini sedang diakui kebenarannya secara ilmiah, sekali lagi mengungkapkan keajaiban yang dimiliki Al Qur’an.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah, 2:186)

Larry Dossey, M.D., seorang dokter dari Texas, Amerika, dalam bukunya Healing words: “The Power of Prayer and The practice of Medicine” dan “Prayer is Good Medicine” mengatakan bahwa sudah banyak penelitian bersifat ilmiah yang dilakukan para ahli untuk mengetahui pengaruh doa dalam penyembuhan. Sebagian besar dari penelitian tersebut memperlihatkan bahwa doa memang memiliki efek penyembuhan. Tak heran jika kini doa menjadi bagian yang penting dalam pengobatan modern.

Masih menurut Dossey, seorang peneliti senior dari National Institute for Healthcare Research di Rockville, Maryland, bernama David B. Larson M.D., juga pernah meneliti hubungan antara sikap spiritual dan kesehatan. Menurut Larson, berdoa secara teratur membantu mencegah datangnya penyakit yang bersifat fikik dan mental. Juga membantu kita menghadapi penyakit secara efektif.

Masalahnya sekarang, doa yang bagaimana yang bisa membantu menyembuhkan atau mencegah datangnya penyakit? Karena diakui atau tidak doa yang terus kita panjatkan ternyata tidak semuanya langsung dikabulkan. Atau kalau pun terkabul, ternyata tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Jadi jelasnya, bagaimana cara berdoa yang baik dan benar?

Terjawab Tak Selalu Berrti Dikabulkan

Menurut Erbe Sentanu atau biasa dipanggil Nunu dari Katahati Institute, sebuah lembaga yang mengajarkan teknik berdoa yang efektif, ada aturan-aturan tertentu yang harus diikuti agar suatu doa bisa lebih cepat terjawab. Terjawab di sini maksudnya bisa bermacam-macam. Bisa saja seseorang dibelokkan dari apa yang dimintanya atau justru dihentikan sama sekali dari apa yang diinginkan. Terkadang seolah “disuruh’ menyempurnakan isi doanya dilu baru dikabulkan. Atau bisa juga secara instan langsung dikabulkan persis sesuai dengan yang diinginkan dalam waktu yang sangat singkat. Yang terakhir ini sering sekali terjadi pada mereka yang sudah mempelajari aturan berdoa yang efektif.

Mengenai ukuran dari efektif tidaknya suatu doa, Nunu menjelaskan bahwa hal itu langsung bisa dilihat dari perubahan yang terjadi dalam kondisi kesehatan atau kehidupan seseorang. Bandingkan saja kondisi kesehatan dan kehidupan orang tersebut ketika berdoa dengan cara yang lama dan setelah menggunakan cara yang efektif.

Tapi dengan semakin efektifnya doa seseorang, Nunu juga mengingatkan untuk semakin mewaspadai apa yang ada dalam pikiran dan dalam hati karena semuanya akan menjadi lebih mudah mewujud. Berdasarkan pengalaman dari mereka yang penah belajar, antara apa yang diminta dalam doa dan realitanya semakin lama menjadi semakin dekat. Apa yang kemarin diminta bisa saja hari ini sudah didapat. Apa yang baru kemarin dipertanyakan, hari ini sudah terjawab. Sehingga pada akhirnya, mereka menjadi semakin yakin bahwa manusia memang diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna.

Mengenai teknik yang diajarkan Nunu, sebenarnya bukan sesuatu yang sangat asing bagi kita. Pada dasarnya, syarat dari doa yang efektif itu di antaranya bahwa doa tersebut harus diucapkan dengan khusyuk, isi doanya jelas dan apa yang terucap secara lisan harus sesuai dengan apa yang dibayangkan dan apa yang dirasakan di dalam hati. Kedengarannya memang mudah, tetapi yang menarik disini adalah cara mempraktekannya yang tidak biasa, sehingga hasilnya pun sering kali di luar dugaan.

Mencapai Khusyuk Bisa Dilatih

Khusyuk adalah kondisi yang rileks, focus dan penuh konsentrasi. Doa yang efektif adalah doa yang dipanjatkan dengan sikap khusyuk supaya bisa masuk ke batin alam bawah sadar. Doa tersebut juga harus berupa niat yang sangat kuat sehingga betul-betul menempel di batin bawah sadar. Mencapai kondisi khusyuk ini perlu dikuasai sebagai suatu keterampilan yang bisa didapat melalui latihan. Menurut Nunu, yang perlu dilatih dalam hal ini adalah otak, yaitu mengaktifkan mind meditative brain atau otak yang selalu berzikir. (dalam keadaan meditative).

Bagi orang yang terbiasa bermeditasi atau tenggelam dalam dzikir, mencapai kondisi khusyuk sangatlah mudah. Namun bagi yang masih sulit mencapai khusyuk, kini bisa menggunakan alat bantu yang disebut teknologi digital prayer. Alat ini berupa CD brainwave management (pengaturan gelombang otak) berisi suara-suara alam seperti air mengalir, gelombang samudra yang naik turun, atau kicauan burung yang telah diracik menggunakan teknologi audip yang khusus didesain untuk menghasilkan kondisi-kondisi otak dan kesadaran tertentu. Mendengarkan CD ini secara teratur bisa melatih otak untuk bekerja sama antara satu sisi dengan sisi lainnya, sehingga bisa memasuki kondisi khusyuk secara cepat dan memiliki kemampuan konsentrasi yang lebih baik.

Tentunya latihan ini juga memunculkan kemampuan untuk melakukan relaksasi secara alami. Karena dalam kondisi yang sinkron dan seirama, otak akan mengeluarkan hormone endorphine lebih besar sehingga timbul rasa nyaman dan nikmat (hormone endorphine di dalam tubuh memang bekerja seperti morfin).

Isi Doa Harus Jelas Dan Spesifik
Pada dasarnya doa adalah rangkaian pikiran yang kita kemas dan kita kirimkan, kata Nunu. Jika seseorang telah berhasil memasuki kondisi khusyuk yang dalam, maka segala yang terucap atau bahkan terpikirkan akan cenderung mudah mewujudkan. Doa menjadi napasnya setiap saat dan setiap helaan napas adalah doanya.

Padahal semua pengalaman, kejadian, keadaan dan pekerjaan yang kita kerjakan selama ini, adalah kreasi dari alam bawah sadar terhadap pikiran. Segala sesuatu yang kita pikirkan, kita rencanakan, kita renungkan, pada akhirnya akan direspon oleh bawah sadar. Kalau itu kita lakukan terus menerus, maka batin bawah sadar akan bekerja dan membuahkan hasil. Maka hidup pun menjadi perwujudan doa. Hal ini berlaku pada pikiran yang baik maupun yang buruk. Karena batin bawah sadar bekerja seperti robot yang tidak mampu membedakan baik dan buruk.

Karena itulah menurut Nunu, bila suatu saat kita merasa hidup tak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, mungkin perlu dicek kembali, apa saja doa yang telah lama mengendap di batin bawah sadar kita. Bisa jadi ada program yang tidak mendukung yang tanpa sengaja masuk ke batin bawah sadar kita dan dari dalam “menjegal” rencana-rencana hidup yang telah kita susun dengan baik. Dan akhirnya menjadi penyebab dari kegagalan, kekecewaan dan ketidakbahagiaan hidup kita.

Sebagai contoh yang mudah adalah, bila penghasilan kita besar tetapi cepat sekali habis, uang tabungan pun tidak pernah terkumpul banyak. Barangkali di batin bawah sadar kita secara tak sengaja pernah masuk program “sulit menabung” atau “membenci orang kaya”.

Oleh karena itu, penyataan-pernyataan yang kita buat sebaiknya disusun dengan benar. Aturannya yaitu harus berbentuk kalimat yang positif berlaku sekarang, bersifat pribadi, persisten (sering diulang) dan dengan hasrat yang menyala. Dengan begitu, batin bawah sadar akan merespon dengan mudah sesuai dengan yang kita inginkan. Itu sebabnya orang bijak sering mengatakan bahwa alam semesta hanya akan membukakan jalan bagi orang yang tahu tujuan hidupnya.

Jadi jika saat ini kita sedang menderita sakit, tidak cukup hanya mengatakan saya akan segera sembuh atau saya tidak ingin sakit lagi. Tapi setiap saat anda bisa mengatakan hal-hal positif seperti berikut pada diri sendiri:

  • Ketika bangun tidur : “semakin hari tubuhku semakin sehat, segar dan bertenaga.”
  • Sebelum Minum Obat : “ Obat ini sangat cocok untukku, setelah meminumnya tubuhku terasa sangat nyaman.”
  • Habis menjalani operasi : “Operasi ini berlangsung sukses sepenuhnya dan kini tubuhku pulih kembali dan bisa berfungsi baik seperti sedia kala.”

Yang Terucap dan Yang Terasa di Hati Harus Sinkron

Apa yang ada di hati dan yang diucapkan ketika berdoa harus sejalan. Karena doa bukan hanya aktivitas mulut. Jadi misalnya anda sudah berdoa dengan cara yang benar, tetapi tidak ada efeknya dalam kehidupan, barang kali inilah yang perlu diperhatikan. Jika anda berdoa memohon sesuatu dengan pebuh rasa takut disertai bayangan buruk dan kekhawatiran doa itu tidak akan dikabulkan, biasanya itu jugalah yang akan terjadi.

Karena itu, bila menginginkan kesembuhan, sambil berdoa sebaiknya anda membayangkan segala sesuatu yang bisa anda lakukan di kala sehat. Dalam hati juga harus terpateri keyakinan bahwa anda memang pantas dan bisa menjadi sehat kembali. Kalau yang dirasakan dalam hati justru bahwa penyakit anda sudah tak mungkin disembuhkan, sama saja dengan mendoakan bahwa kemungkinan sembuh anda kecil.

Rasa Syukur adalah Doa Terbaik

Langkah yang satu ini barangkali tidak mudah dijalankan, tetapi sangat penting yaitu membentuk sikap yang selalu bersyukur. Jika dalam doa kita selalu mengucapkan syukur, sama artinya kita menanamkan keyakinan pada batin bawah sadar bahwa semua keinginan kita telah terpenuhi.

Kita harus ingat bahwa batin bawah sadar kita tidak mampu membedakan antara imajinasi dan realita. Sekali bawah sadar menerima suatu gagasan, maka dia akan mulai bekerja untuk membuat segala yang kita pikirkan atau bayangkan menjadi suatu kenyataan. Batin bawah sadar bekerja selama 24 jam terus menerus. Ketika kita tidur pun batin tidak tertidur, tetapi bekerja mewujudkan segala hal yang kita rancang dan kita pikirkan. Dan hasilnya terkadang begitu tak kita duga sehingga seringkali kita namakan keajaiban

KEUTAMAAN DOA

Doa adalah senjata bagi seorang muslim. . Dengan izin Allah doa bisa mengubah segalanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Doa itu bermanfaat terhadap sesuatu yang telah turun (terjadi) maupun sesuatu yang belum terjadi, maka kalian wahai hamba Allah- harus berdoa.” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Ibu Umar, Shahihul Jami’ No. 340, Al-Albani berkata, hasan).

“Tidak bisa menolak qadha (takdir yang sudah terjadi) kecuali doa, dan tidak bisa menambah umur selain kebaikan.” (HR. At-Tirmidzi; hasan, dan di-hasan-kan oleh Al-Albani).

“Tidak menambah umur kecuali kebaikan, dan tidak bisa menolak qadar (putusan dalam catatan) kecuali doa. Sesungguhnya seseorang itu bisa terhalangi dari rizkinya karena dosa yang telah ia perbuat.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim, di-shahih-kan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, Adz-Dzahabi dan Al-Iraqi).

Doa itu merupakan penyebab untuk menolak bala dan untuk menghadirkan rahmat, sebagaimana sebuah tameng yang menjadi penyebab untuk menghalau anak panah, dan air yang menjadi penyebab tumbuhnya tanaman. Maka sebagaimana tameng itu menolak panah, yang berarti saling mendorong, begitu pula antara doa dan bala. (Al-Ihya, 1/328).

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Doa itu adalah satu penye-bab yang bisa menolak bala. Jika doa lebih kuat darinya maka ia akan mendorongnya, dan jika penyebab bala yang lebih kuat maka ia akan mengusir doa. Karena itu diperintah-kan ketika ada gerhana dan bencana besar lain untuk shalat, berdoa, beristighfar, sedekah dan memerde-kakan budak. Wallahu a’lam. (Al-Fatawa, 8/193)

Ibnul Qayyim berkata: “Doa termasuk obat yang paling bermanfaat, ia adalah musuh bala, ia mendorong-nya dan mengobati, ia menahan bala atau mengangkat atau meringankan-nya jika sudah turun.”

Selain yang disebutkan di atas, ada beberapa lagi keutamaan doa. keutamaan do’a ini sangat banyak. tetapi, saya mencoba mencari referensi sebanyak-banyaknya. dan hasil dari referensi lain menyebutkan bahwa keutamaan doa adalah sebagai berikut:

1. Do’a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)

2. Do’a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya’la)

3. Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Penjelasan:
Yakni berdoa atau mohon kepada Allah untuk hal-hal yang tidak mungkin dikabulkan karena berlebih-lebihan atau untuk sesuatu yang tidak halal (haram).

4. Do’a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)

5. Jangan mendo’akan keburukan (mengutuk) dirimu atau anak-anakmu atau pelayan-pelayanmu (karyawan-karyawanmu) atau harta-bendamu, (karena khawatir) saat itu cocok dikabulkan segala permohonan dan terkabul pula do’amu. (Ibnu Khuzaimah)

6. Rasulullah Saw ditanya, “Pada waktu apa do’a (manusia) lebih didengar (oleh Allah)?” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam).” (Mashabih Assunnah)

7. Do’a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)

8. Bermohonlah kepada Robbmu di saat kamu senang (bahagia). Sesungguhnya Allah berfirman (hadits Qudsi): “Barangsiapa berdo’a (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia) maka Aku akan mengabulkan do’anya di waktu dia dalam kesulitan, dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri kepada-Ku maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepada-Ku dengan rendah diri maka Aku merahmatinya dan barangsiapa mohon pengampunanKu maka Aku ampuni dosa-dosanya.” (Ar-Rabii’)
9. Ada tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka: (1) Orang yang berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3) Dan do’a orang yang dizalimi (teraniaya). Do’a mereka diangkat oleh Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, “Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera.” (HR. Tirmidzi)

10. Barangsiapa tidak (pernah) berdo’a kepada Allah maka Allah murka kepadanya. (HR. Ahmad)

11. Apabila kamu berdo’a janganlah berkata, “Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki.” Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim)

12. Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah ‘Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do’amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do’a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)

13. Apabila tersisa sepertiga dari malam hari Allah ‘Azza wajalla turun ke langit bumi dan berfirman : “Adakah orang yang berdo’a kepadaKu akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa- dosanya? Adakah orang yang mohon rezeki kepada-Ku akan Kuberinya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?” Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh). (HR. Ahmad)

14. Tidak ada yang lebih utama (mulia) di sisi Allah daripada do’a. (HR. Ahmad)

15. Tiga macam do’a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan do’a seorang musafir (yang berpergian untuk maksud dan tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

16. Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa. (HR. Al Hakim)

17. Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani)

18. Barangsiapa mendo’akan keburukan terhadap orang yang menzaliminya maka dia telah memperoleh kemenangan. (HR. Tirmidzi dan Asysyihaab)

19. Ambillah kesempatan berdo’a ketika hati sedang lemah-lembut karena itu adalah rahmat. (HR.Ad-Dailami)

20. Ali Ra berkata, “Rasulullah Saw lewat ketika aku sedang mengucapkan do’a : “Ya Allah, rahmatilah aku”. Lalu beliau menepuk pundakku seraya berkata, “Berdoalah juga untuk umum (kaum muslimin) dan jangan khusus untuk pribadi. Sesungguhnya perbedaan antara doa untuk umum dan khusus adalah seperti bedanya langit dan bumi.” (HR. Ad-Dailami)

21. Berlindunglah kepada Allah dari kesengsaraan (akibat) bencana dan dari kesengsaraan hidup yang bersinambungan (silih berganti dan terus-menerus) dan suratan takdir yang buruk dan dari cemoohan lawan-lawan. (HR. Muslim)

22. Tidak ada manfaatnya bersikap siaga dan berhati-hati menghadapi takdir, akan tetapi do’a bermanfaat bagi apa yang diturunkan dan bagi apa yang tidak diturunkan. Oleh karena itu hendaklah kamu berdoa, wahai hamba-hamba Allah. (HR. Ath-Thabrani)

23. Barangsiapa ingin agar do’anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) – Dr. Muhammad Faiz Almath – Gema Insani Press

DOA

Doa adalah ibadah. Doa adalah senjata. Doa adalah benteng. Doa adalah obat. Doa adalah pintu segala kebaikan.

Allah memiliki dua sifat agung, yakni Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Tentang dua sifat itu, Abdullah Ibnul Mubarak berkata: “Ar-Rahman yaitu jika Dia diminta pasti memberi, sedang Ar-Rahim yaitu jika tidak dimintai maka Dia murka.” (Fathul Bari 8/155).

Allah berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)

 

aku bisa

use the proper structur of your own language in translating or understanding…

« Older entries